Latest Updates

Ozil Periode Bodoh bersama Kritik

Gelandang andalan Arsenal, Mesut Ozil, mengaku tidak terlampaui ambil pusing bersama kritikan yg kerap menghampiri beliau. Pemain asal Jerman itu bahkan menilai performanya dgn skuad The Gunners diwaktu ini telah pass baik.



Ozil resmi berseragam merah Arsenal kepada masa panas 2013 usai dipindah dari Real Madrid dgn mahar sekira 43, 5 pounds. Terhadap awal kedatangannya di Emirates Stadium, Ozil sejatinya tampil kurang mengesankan.

Biarpun demikian, pemain 25 th tersebut berhasil mengambil Arsenal mengakhiri puasa gelar tatkala sembilan masa dgn rengkuhan gelar jawara FA Cup pula Community Shield. Tetapi kepada awal periode ini, performa Ozil dinilai labil oleh sekian banyak kalangan.

Menyaksikan kritik yg senantiasa menghampiri beliau, menciptakan Ozil memberikan komentarnya. Beliau mengaku tidak terlampaui mempedulikan apa yg beberapa orang katakan berkenaan performanya periode ini.

“Saya mengetahui beberapa orang mau aku menciptakan beberapa operan. Dapat tapi, bila Kamu menonton statistik penampakan aku, sehingga aku merupakan salah satu pemain yg berlari terjauh. & dalam factor assist & penciptaan kesempatan, angka-angka aku amat positif,” beber Ozil, seperti disadur Sportsmole, Sabtu (18/4/2015).

“Saya tak terlampaui memikirkan apa yg dikatakan umumnya orang. Yg terang yakni apa yg dipikirkan pelatih & stafnya. Aku adalah pemain tim, & aku cuma peduli bersama memberikan 100 % bagi tim biar mendapatkan hasil yg memuaskan,” tutupnya.

Tolak City, Ancelotti Bersi Teguh di Santiago Bernabeu

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti sudah menampik informasi hengkangnya ia dari Santiago Bernabeu. Akhir periode ini kabarnya jadi musim terakhir bagi Ancelotti mengabdi dgn El Real.



Pelatih yg telah mengantarkan El Real mendapati Liga Champions masa dulu mengaku tetap dapat menukangi Cristiano Ronaldo dkk sampai masa depan. Ancelotti baru dapat memutuskan nasib musim depannya waktu kontraknya mogok.

Lebih lanjut, pelatih berumur 55 thn itu mengaku sedang konsentrasi utk menyiapkan pramusim, pun mengakhiri periode ini dgn cemerlang.

"Masih ada setahun terjadi & itu disaat yg lumayan buat tentukan apakah aku dapat menyambung kontrak aku atau tak. Aku tak terburu-buru, seandainya club belum memanggil aku, mungkin saja mereka dapat memanggil aku terhadap September atau tidak serupa sekali,"kata Ancelotti seperti dilansir Soccerway, Jumat (17/4/2015).

diluar itu beliau pun menampik akan melatih Manchester City & meyakini jikalau Jurgen Klopp lebih patut menukangi The Citizens.

"Tidak ada orang yg memanggil aku ke Manchester City, faktanya Jurgen Kloop yg bakal berlabuh ke sana. Aku tidak mau meminta perpanjangan kontrak. Pelatih bergantung terhadap hasil & seluruh sanggup berjalan. Aku siap merencanakan pra periode," sambungnya.

Guardiola Akan ke Manchester

Bukan ke Manchester United, namun Paul Scholes percaya Pep Guardiola sebuah kala akan merapat ke Manchester City. Cowok yg semasa masihlah main sepakbola dijuluki Pangeran Jahe itu serta berbicara mengenai Jurgen Klopp.



Seperti ketahuan, City dalam sekian banyak bln terakhir senantiasa dikaitkan bersama Klopp. Lebih-lebih, pelatih berpaspor Jerman itu telah memutuskan buat mengakhiri narasi manisnya dengan Borussia Dortmund dikala masa ini berhenti.

Beda opini dgn tidak sedikit pihak, Scholes justru menilai The Citizens nantinya dapat diarsiteki Guardiola seusai kontraknya mogok di Bayern Munich. Periode kerja mantan pelatih Barcelona itu dengan Die Roten dapat kedaluwarsa kepada periode panas 2016.

“Tak mampu dibantah bahwa dalam benak aku Klopp bakal berhasil di persepakbolaan Inggris. Satu-satunya pertanyaannya ialah di mana ia dapat berlabuh,” kata Scholes, seperti diberitakan The Independent, Sabtu (18/4/2015).

“Manchester City yakni pelabuhan yg disebutkan lebih dari sekali. Tetapi dari seluruhnya kabar itu, yg aku tangkap yakni Pep Guardiola bakal membawa jabatan pelatih di City usai kontraknya berhenti dengan Bayern Munich,” lanjutnya.

Telah dua kali mengangkat trofi Liga Champions sewaktu karir kepelatihannya, Guardiola sanggup jadi jawaban atas tren negatif City seandainya mentas di Eropa.

“Untuk Guardiola, membangun Manchester City jadi jagoan Eropa dapat jadi tantangan paling besar yg sempat ia hadapi sepanjang kariernya,” tuntas Scholes.